Beauty Of Angel
Malam hari biasanya jadi waktu terbaik untuk memanjakan kulit. Tapi bagi banyak orang, saat mulai rutin pakai produk anti-aging berbahan aktif seperti retinoid atau retinol, justru yang muncul adalah kulit kering, mengelupas, bahkan terasa perih. Padahal ekspektasinya kulit jadi glowing dan mulus. Kamu pernah ada di fase ini juga? Tenang, kamu nggak sendirian.
Retinoid dan retinol memang sering dipuji sebagai “bintang utama” dalam dunia skincare. Tapi, perbedaan antara keduanya, serta cara penggunaannya yang kurang tepat, bisa jadi penyebab kulit kering yang selama ini kamu alami.
Retinoid vs Retinol
Banyak orang menyangka retinoid dan retinol itu sama saja. Memang, keduanya berasal dari vitamin A, dan sama-sama berfungsi untuk mempercepat regenerasi kulit, mencerahkan wajah, hingga memudarkan garis halus. Tapi, ternyata ada perbedaan yang cukup signifikan dari segi kekuatan dan cara kerja di kulit.
Retinoid
adalah istilah umum untuk seluruh turunan vitamin A, termasuk versi yang lebih kuat seperti tretinoin (biasanya diresepkan dokter), adapalene, hingga isotretinoin. Retinoid bekerja langsung tanpa harus dikonversi oleh kulit. Inilah sebabnya efeknya lebih cepat terlihat, tapi juga punya risiko iritasi lebih tinggi.
Retinol
adalah versi over-the-counter (OTC) dari turunan vitamin A. Sebelum bekerja di kulit, retinol harus dikonversi dulu menjadi bentuk aktifnya (retinoic acid). Itu sebabnya, efeknya lebih lambat—tapi lebih lembut di kulit dan lebih cocok buat pemula.
Kenapa Bisa Bikin Kulit Kering? Ini Penjelasannya
Banyak yang mengira bahwa retinoid atau retinol bikin kulit kering karena gak cocok. Padahal bukan itu masalahnya. Efek kering dan mengelupas di awal pemakaian itu wajar, karena bahan ini mempercepat siklus regenerasi kulit. Kulit lama dipaksa untuk segera “angkat kaki” dan digantikan sel kulit baru.
Namun, tanpa penyesuaian atau perawatan pendamping yang tepat, penggunaan retinol atau retinoid justru bisa merusak skin barrier. Nah, di sinilah masalah dimulai:
- Skin barrier merusak, kulit gak bisa mempertahankan kelembapan → kulit jadi kering dan sensitif
- Produksi minyak menurun karena sinyal dari retinoid, padahal minyak alami juga menjaga hidrasi
- Gagal layering produk seperti salah urutan skincare bisa memperparah efek keringnya
Jadi, kalau kamu akhir-akhir ini ngerasa kulit makin ketarik, bersisik, bahkan timbul kemerahan, bisa jadi bukan cuma salah cuaca, tapi karena penggunaan bahan aktif ini tanpa kontrol.
Tips Aman Pakai Retinol dan Retinoid
Biar gak kapok pakai bahan aktif ini, berikut beberapa tips yang bisa kamu ikuti:
1. Mulai dari konsentrasi rendah
Kalau baru mulai, pilih retinol 0.25%–0.5%. Hindari langsung pakai retinoid kuat seperti tretinoin tanpa pengawasan medis.
2. Gunakan metode sandwich
Oleskan pelembab dulu, baru retinol, lalu lapisi lagi dengan pelembab. Ini bantu mengurangi iritasi.
3. Pakai 2–3 kali seminggu dulu
Jangan langsung tiap hari. Biarkan kulit beradaptasi.
4. Selalu pakai sunscreen di pagi hari
Kulit jadi lebih sensitif terhadap sinar UV saat pakai retinoid atau retinol. Sunscreen itu wajib.
5. Hindari kombinasi bahan aktif lain
Misalnya jangan pakai AHA/BHA barengan dengan retinoid di waktu yang sama, karena bisa makin iritasi.
6. Pilih sabun wajah yang lembut dan mendukung perawatan aktif
Salah satu langkah penting yang sering dilupakan adalah pemilihan cleanser yang cocok untuk pemakai retinol.
Satu Langkah Simpel Tapi Sering Terlewat
Kulit yang sedang dalam fase adaptasi dengan retinol atau retinoid sebaiknya tidak dibersihkan dengan sabun yang terlalu keras. Tapi juga jangan sembarangan pakai sabun yang tidak mendukung kebutuhan kulit regenerasi.
Salah satu pilihan yang bisa kamu coba adalah Sabun Glow Soap Beauty of Angel, yang mengandung retinol dalam formulanya. Sabun ini bukan hanya membantu membersihkan wajah dengan lembut, tapi juga mendukung proses peremajaan kulit tanpa bikin kering. Produk ini sudah bersertifikat halal dan terdaftar di BPOM, jadi aman untuk digunakan harian.
Sabun ini bisa jadi solusi ringan untuk kamu yang ingin mulai mengenalkan kulitmu pada manfaat retinol tanpa harus langsung pakai serum atau krim yang berat.
Dengerin Kulitmu, Bukan Cuma Tren
Retinoid dan retinol memang powerful, tapi gak semua orang cocok dengan cara yang sama. Dengarkan sinyal dari kulitmu. Kalau terasa kering, jangan buru-buru panik atau nyalahin produknya. Bisa jadi hanya butuh pendekatan yang lebih lembut, rutinitas yang lebih teratur, dan tentu saja: sabar. Karena dalam perawatan kulit, hasil yang baik selalu datang dari konsistensi dan kesabaran.
Sudah siap mulai skincare journey yang gak bikin kulit kering? Coba mulai dari langkah simpel seperti sabun yang tepat kulitmu pasti berterima kasih!
